Memahami 2 kalimat Syahadat Dengan Benar

Memahami 2 Kalimat Syahadat Dengan Benar

قال المؤلف رحمه الله تعالى : فَمِمَّا يَجِبُ عِلْمُهُ وَاعْتِقَادُهُ مُطْلَقًا وَالنُّطْقُ بِهِ فِي اْلحَالِ اِنْ كَانَ كَافِرًا وَاِلاَّ فَفِي الصَّلاَةِ الشَّهَادَتَانِ وَهُمَا أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)

“Di antara hal yang wajib diketahui dan diyakini secara mutlak dan wajib diucapkan seketika jika seseorang kafir dan apabila tidak kafir maka wajib diucapkan dalam sholat adalah dua kalimah syahadat

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله

Penjelasan: Setiap mukallaf wajib mengetahui dan meyakini makna dua kalimah syahadat, meyakini makna dua kalimah syahadat artinya ridla dengan makna dua kalimah syahadat yang diketahuinya. Wajib bagi mukallaf yang masih kafir untuk mengucapkan dua kalimah syahadat untuk masuk Islam seketika tanpa boleh ditunda-tunda.

Apabila ada orng kafir datang kepada kita menyatakan diri mau masuk Islam, maka wajib bagi kita untuk menuntunnya membaca dua kalimah syahadat seketika, tidak boleh kita menundanya meski hanya sesaat, bahkan meskipun kita sedang berkhutbah jum’at, harus kita hentikan khutbah dan menuntunnya membaca dua kalimah syahadat untuk masuk Islam.

Membaca dua kalimah syahadat boleh dengan bacaan yang telah umum atau dengan lafadz lain yang semakna misalnya:

لا خالق الا الله لا رب الا الله

Juga boleh dengan terjemahannya dalam bahasa selain Arab. Bagi seseorang yang tidak bisa mengucapkan lafadz Muhammad dengan benar boleh menggantinya dengan Abul Qosim (nama kunyah Rasulullah). Dalam membaca dua kalimah syahadat tidak disyaratkan dengan menggunakan kata أشهد, tetapi menggunakan lafadz tersebut lebih utama karena mengandung tiga makna sekaligus yaitu aku mengetahui, aku meyakini dan aku mengakui.

Bagi mukallaf yang muslim wajib mengucapkan dua kalimah syahadat dalam shalat, karena tasyahhud akhir adalah rukun shalat yang apabila tidak dibaca dalam sholat maka sholat menjadi tidak sah.

Dalam madzhab Maliki wajib bagi seorang mukallaf muslim untuk membaca dua kalimah syahadat di luar sholat sekali seumur hidup setelah dia baligh. Karena mereka tidak mewajibkan membaca dua kalimah syahadat dalam sholat.

قال المؤلف رحمه الله تعالى وَمَعْنىَ أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ أَنْ تَعْلَمَ وَتَعْتَقِدَ وَتُؤْمِنَ وَتُصَدِّقَ أَنْ لاَّ مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ فِي اْلوُجُوْدِ اِلاَّ اللهُ اْلوَاحِدُ اْلاَحَدُ اْلَاوَّلُ اْلقَدِيْمُ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ اْلبَاقِي الدَّائِمُ اْلخَالِقُ الرَّازِقُ اْلعَالِمُ اْلقَدِيْرُ

Dan makna Asyhadu Allaa ilaaha illa Allah adalah kamu mengetahui, meyakini dan membenarkan dengan lisan bahwa tidak ada yang disembah dengan benar selain hanya Allah, al Waahid, al Ahad, al Awwal, al Qodiim, al Hayy, al Qoyyum, al Baaqi, ad Daaim, al Khaaliq, ar Rooziq, al ‘Aalim, al Qoodir.

Penjelasan: Makna syahadat pertama adalah mengakui dengan lisan dan meyakini dalam hati bahwa yang disembah dengan benar itu hanya Allah saja.

Maksud syahadat pertama adalah menafikan ketuhanan dari selain Allah dan menetapkannya hanya kepada Allah saja. Muallif selanjutnya menyebuntukan nama-nama Allah: al Wahid artinya Dzat yang tidak ada sekutu bagi-Nya, al Ahad sebagian ulama memaknainya sama dengan al Waahid, sebagian yang lain memaknainya dengan Dzat yang tidak terbagi-bagi karena Ia bukan jisim al Awwal al Qodiim artinya Dzat yang adanya tanpa permulaan.

Al Hayy artinya Dzat yang bersifatan hidup yang azaliyah abadiyah (tidak bermula dan tidak berpenghabisan) tidak seperti hidupnya makhluk, tanpa membutuhkan ruh, daging, tulang dan piranti lainnya.

Al Qoyyum artinya Dzat yang tidak membutuhkan kepada makhluk-Nya, al Baaqi ad Daaim artinya Dzat yang tidak dikenai kerusakan, abadi tidak berpenghabisan. Al Khooliq artinya Dzat yang mengadakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Ar Rooziq artinya Dzat yang menyampaikan rizki kepada para hamba-hamba-Nya.

Al Aalim artinya Dzat yang bersifatan dengan sifat ilmu yang azali abadi, tidak bertambah dan berkurang serta tidak berubah-rubah, dengan ilmu Nya Allah mengetahui segala sesuatu baik yang telah, sedang atau akan terjadi. Al Qaadir artinya Dzat yang bersifatan dengan qudroh (kuasa) yang sempurna, dengan qudrohnya Allah mengadakan makhluk dan meniadakan makhluk.