Home Akhlak Kewajiban Hati

Kewajiban Hati

KEWAJIBAN HATI

قال المؤلف رحمه الله تعالى : مِنَ اْلوَاجِبَاتِ اْلقَلْبِيَّةِ اْلإِيْمَانُ بِاللهِ وَبِمَا جَاءَ عَنِ اللهِ وَاْلإِيْمَانُ بِرَسُوْلِ اللهِ وَبِمَا جَاءَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ وَالتَّصْدِيْقُ

“Di antara kewajiban hati adalah iman kepada Allah dan sesuatu yang datang dari-Nya, Iman kepada Rasulullah dan sesuatu yang datang darinya serta membenarkan (semua yang dibawa oleh Rasulullah)”

Penjelasan: Diantara kewajiban hati adalah iman kepada Allah dan sesuatu yang datang dari Nya.

1. Iman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kewajiban yang paling pokok dan amal perbuatan yang paling utama, Rasulullah ketika ditanya tentang amal perbuatan yang paling utama, beliau bersabda:

إِيْمَانٌ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ

“Amal perbuatan yang paling utama adalah iman kepada Allah dan Rasulnya”.

Karena iman adalah syarat diterimanya amal sholeh, iman adalah kunci syurga dan penyelamat dari keabadian di neraka

2. Iman kepada Allah artinya keyakinan yang mantap tanpa ragu terhadap adanya Allah sesuai dengan sifat-sifat yang layak bagi-Nya, menetapkan adanya Allah tanpa disifati dengan sifat makhluk, tanpa ukuran dan ada tanpa tempat. Allah ta’ala berfirman:

لَیۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَیۡءٌ

Surat Asy-Syura 11 “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah baik dari satu segi maupun semua segi”.

Termasuk iman kepada Allah adalah membenarkan semua yang disampaikan Allah dalam Al Qur’an, tidak boleh mendustakannya.

kewajiban hati seorang hamba

3. Iman kepada Rasulullah artinya keyakinan yang mantap tanpa ragu bahwa Muhammad bin Abdullah Al Qurasyi adalah hamba dan utusan Allah. Termasuk iman kepada Rasulullah adalah mengimani dan membenarkan semua yang disampaikan Rasulullah dari Allah. Allah berfirman dalam surat An-Najm ayat 3-4:

وَمَا یَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰۤ-إِنۡ هُوَ إِلَّا وَحۡیٌ یُوحَىٰ

Asy Syaikh Ahmad Marzuqi dalam aqidatul Awam berkata:

وَكُلُّ مَا أَتَى بِهِ الرَّسُوْلُ فَحَقُّهُ التَّسْلِيْمُ وَاْلقَبُوْلُ

“Setiap sesuatu yang datang dibawa Rasul maka kewajiban kita adalah menerimanya”

قال المؤلف رحمه الله تعالى : وَاْلإِخْلَاصُ وَاْليَقِيْنُ وَهُوَ اْلعَمَلُ للهِ وَحْدَهُ

“(Di antara kewajiban hati) adalah membenarkan, ikhlas dan yakin yaitu beramal karena Allah saja”

Penjelasan: Di antara kewajiban hati adalah ikhlas dalam beramal. Ikhlas artinya beramal ketaatan karena Allah, misalnya karena menjalankan kewajiban dari Allah, untuk mendapatkan pahala dari Allah, untuk mendapatkan ridlo Allah dan semacamnya. Allah tidak menerima amal ketaatan yang diniatkan karena selain Allah (riya’), misalnya karena mencari ridlo manusia, mencari penghormatan dan pujian manusia, mencari balasan manusia dan semacamnya. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al Kahfi ayat 110:

فَمَن كَانَ یَرۡجُوا۟ لِقَاۤءَ رَبِّهِۦ فَلۡیَعۡمَلۡ عَمَلاً صَـٰلِحًا وَلَا یُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦۤ أَحَدَۢا

Beramal dengan niat ganda, karena Allah dan karena manusia juga tidak diterima oleh Allah. Dalam hadits riwayat an Nasai disebutkan:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَرَأَيْتَ رَجُلًا غَزَا يَلْتَمِسُ الْأَجْرَ وَالذِّكْرَ مَالَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا شَيْءَ لَهُ فَأَعَادَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَقُولُ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا شَيْءَ لَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

Dari Abu Umamah Al Bahili, ia berkata; telah datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata; bagaimana pendapat anda mengenai seseorang yang berjihad mengharapkan pahala dan sanjungan, apakah yang ia peroleh? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ia tidak mendapatkan apa-apa, ” lalu ia mengulanginya tiga kali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Ia tidak mendapatkan apa-apa”. Kemudian beliau bersabda: “Allah tidak menerima amalan kecuali jika dilakukan dengan ikhlas dan mengharapkan ridlo-Nya.” (HR an Nasai)

Agar seseorang bisa ikhlas dalam beramal hendaknya ia menanamkan dalam hati bahwa pujian dan celaan manusia tidak akan memberi manfaat dan madlorrot baginya di akhirat.

- Advertisment -

Most Popular

Khutbah Jum’at: Waspadai Doa Orang yang Terzalimi

Khutbah I الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا...

Khutbah Jum’at: Adab dan Keutaman Dzikir

Khutbah I اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ...

PENTING! Kewajiban Shalat 5 Waktu

فَمِنَ اْلوَاجِبِ خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي اْليَوْمِ وَالَّليْلَةِ "Di antara perkara yang wajib adalah 5 kali shalat dalam sehari semalam". Di antara perkara yang wajib bagi seorang...

Penjelasan Tentang Sewa Menyewa, Bagi Hasil & Pegadaian

Penjelasan Tentang Sewa Menyewa, Bagi Hasil & Pegadaian ثُمَّ إنَّ بَقِيَّةَ العُقُودِ، مِنَ الإجارَةِ “Kemudian transaksi-transaksi lainnya seperti sewa menyewa (Ijârah)" 1. Sewa Menyewa (Ijarah) adalah: تَـمْلِيْكُ مَنْفَعَةٍ...