Allah Menghalalkan Jual Beli & Mengharamkan Riba

Allah menghalalkan jual beli

قال المؤلف رحمه الله تعالى : يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ مُكَلَّفٍ أَنْ لاَيَدْخُلَ فِي شَيْءٍ حَتَّى يَعْلَمَ مَا أَحَلَّ اللهُ مِنْهُ وَمَا حَرَّمَ، لِأَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ تَعَبَّدَنَا بِأَشْيَاءَ فَلاَ بُدَّ مِنْ مُرَاعَاةِ مَا تَعَبَّدَنَا بِهِ

“Wajib bagi setiap muslim mukallaf untuk tidak terjun melakukan sesuatu apa-pun hingga ia mengetahui bagian yang Allah halalkan dan bagian yang Allah haramkan dari sesuatu tersebut, karena Allah subhanahu- telah membebankan kepada kita banyak hal maka wajib kita memperhatikan apa yang Ia bebankan.”

Penjelasan:

– Orang Mukallaf adalah orang yang baligh dan berakal. Wajib bagi setiap Muslim mukallaf untuk mempelajari hukum transaksi yang ingin ia lakukan sebelum melakukannya agar terhindar dari transaksi yang rusak (tidak sah). Allah telah membebankan kepada kita perintah-perintah dan larangan-larangan maka wajib kita memperhatikan apa yang Ia bebankan dengan mempelajari ilmu agama yang pokok (‘Ilm ad-Din adl-Dlaruriyy), melaksanakan kewajiban seluruhnya dan menjauhi perkara yang diharamkan seluruhnya.

– Orang yang tidak mengetahui keburukan maka ia akan terjatuh pada keburukan tersebut. Para ulama berkata:

تَعَلَّمْتُ الشَّرَّ لاَ لِلشَّرِّ وَلَكِنْ لِتَوْقِيْهِ # مَنْ لَّمْ يَعْرِفِ الشَّرَّ يَقَعُ فِيْهِ

Aku belajar keburukan bukan untuk keburukan tetapi untuk menjaga diri darinya, barang siapa yang tidak mengetahui keburukan maka ia akan terjatuh di dalamnya”.

قال المؤلف رحمه الله تعالى : وَقَدْ أَحَلَّ اللهُ اْلبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا، وَقَدْ قَيَّدَ الشَّرْعُ هَذَا اْلبَيْعَ اْلمُعَرَّفِ بِآلَةِ التَّعْرِيْفِ بِقُيُوْدٍ وَشُرُوْطٍ وَأَرْكَانٍ لاَبُدَّ مِنْ مُرَاعَاتِهَا. فَعَلَى مَنْ أَرَادَ اْلبَيْعَ وَالشِّرَاءَ أَنْ يَتَعَلَّمَ ذَلِكَ وِإِلاَّ أَكَلَ الرِّبَا شَاءَ أَمْ أَبَى

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, dan syara’ telah membatasi jual beli yang dita’rifkan dengan kata yang menunjukkan ma’rifah (tertentu) ini dengan syarat-syarat dan rukun-rukun yang harus diindahkan.Oleh karenanya orang yang hendak berjual beli wajib mempelajarinya, jika tidak maka ia akan memakan harta riba, ia menghendaki itu atau tidak.”

Allah Mengharamkan Riba

Penjelasan: Allah menghalalkan jual beli dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuannya dan mengharamkan riba dengan berbagai macamnya. Riba tidak hanya terdapat pada akad hutang piutang, tetapi juga ada pada transaksi jual beli sebagaimana yang akan dijelaskan. Allah ta’ala berfirman:

وَأَحَلّ اللهُ اْلبَيْعَ

Pada ayat ini البيع (jual beli) disebutkan dengan kata yang menunjukkan ma’rifah (tertentu) Yakni Al (أَلْ) yang dikehendaki dengannya makna al ‘Ahd (sesuatu yang telah diketahui sebelumnya), sebagai isyarat bahwa jual beli yang dihalalkan oleh Allâh adalah jual beli yang sudah dikenal dalam syara’ kehalalannya.

Orang yang hendak melakukan jual beli atau berbagai macam bentuk mu’amalat lainnya wajib mempelajari rukun-rukun dan syarat-syaratnya, jika tidak maka ia akan memakan harta riba, Ia bertujuan untuk jatuh dalam riba atau tidak bertujuan.